Friday, March 1, 2013

Hati-hati Anak Sulit Makan Mudah Terserang Beragam Penyakit!

Hati-hati Anak Sulit Makan Mudah Terserang Beragam Penyakit!

Sabtu, 02/03/2013 11:30 WIB

Rachma Chairrani - detikFood

Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 5 Next »  
Jakarta - Sulit makan pada anak-anak terlihat sepele. Namun, hal ini berdampak pada tumbuh kembangnya. Selain kecerdasan terganggu anak sering lesu, dan mudah terserang penyakit. Kenali ragam gangguan pertumbuhan dan asupan makanan yang dibutuhkan anak.

Pola makan yang teratur dan makanan nutrisi wajib diterapkan pada anak. Beragam akibat serius bisa mengganggu pertumbuhan. Kenali berbagai gangguan penyakit yang bisa dialami anak jika kekurangan nutrisi seperti dilansir livestrong ini.


Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

food.detik

Kebiasaan Makan di China, dari yang Unik hingga Aneh

Kebiasaan Makan di China, dari yang Unik hingga Aneh

Jumat, 01/03/2013 15:49 WIB

Flora Febrianindya - detikFood

Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 5 Next »  
Jakarta - Tiap negara punya cara menikmati makanan sendiri-sendiri. Begitu juga di China, yang punya beragam kebiasaan dan tradisi unik saat makan. Dari makan mie saat ulang tahun, selalu mengisi ulang cangkir teh, hingga tidak boleh membalikkan tubuh ikan saat dimakan!

Tradisi menyantap makanan tiap negara memang unik-unik. Siapa sangka, jika di China, gelas teh tak boleh dibiarkan kosong, juga sumpit tak boleh diletakkan di atas mangkuk. Lawrence Lo dari LHY Etiquette Consultancy Limited mengungkapkan alasannya pada CNN Travel:


Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

food.detik

Subsidi Anggaran Pertanian Organik Perlu Dikaji Ulang

Subsidi Anggaran Pertanian Organik Perlu Dikaji Ulang

Jakarta - Di tahun 2012, Aliansi Organis Indonesia (AOI) beserta Circle Indonesia (CI) telah mengkaji dana anggaran pertanian organik. Diketahui jumlahnya masih terbilang kecil. Sayangnya anggaran ini juga tidak diberikan langsung pada pihak terkait.

Pada akhir tahun 2012, anggaran belanja untuk pertanian organik hanya sekitar 1,1 triliun rupiah dari anggaran rata-rata yang mencapai 1300 triliun (0,1 persen). Sekitar enam persen anggaran pertanian juga berasal dari APBN.

Dalam keterangan tertulisnya, Abdul Ghofur, Konsultan Circle Indonesia menyebutkan adanya empat program pertanian oragnik. Meliputi subsidi pupuk ke prusahaan pupuk, sistem pola tanam SRI (System of Rice Intensification), rumah kompos dan pengadaan pupuk ke petani.

Dari ke empat program pertanian tersebut, sebagian besar alokasi anggaran di subsidi untuk pupuk organik melalui perusahaan pupuk, sbesar 80 persen. Sedangkan sisanya dengan jumlah yang sangat kecil justru di berikan kepada petani.

“Alokasi anggaran ini akan lebih baik jika diberikan langsung kepada petani, karena mereka bisa mengaturnya dengan baik. Misalnya ketika diberikan dana Rp 350 juta dalam bentuk bantuan sapi kepada petani, merekapun bisa menghasilkan pupuk organik, dengan hasil yang cukup baik.” jelas Abdul Gofur.

Pemberian bantuan ini akan lebih efektif dan menguntungkan. Namun jika pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk pupuk langsung, anggaranpun bisa menjadi berlebih. Para aliansi organispun menyetujui tanggapan ini, untuk mendorong program Go Organik Indonesia.

“Dalam pertanian organik yang perlu diperhatikan bagiamana menyediakana sarana produksi. Misalnya bagaimana melakukan pola produksi SRI, penggunaan air yang sedikit, pola budidaya yang baik, dan bagaimana petani diberdayakan secara mandiri. Persoalan anggaran subsidi pupuk yang ditempatkan di perusahaan pupukpun nantinya bisa ditempatkan di petani secara langsung.” ungkap Mulyon o, Peneliti Pertanian Organik dan Lesman, Boyolali, Jawa Tengah.

Hasil kajian ini, HA. Murady Darmansyah selaku Anggota Komisi IV DPR RI, menaggapinya dengan baik. Menurutnya kembali ke pupuk organik, menjadi mahzab baru yang dikembangkan pemerintah. “Karena tanahpun akan menjadi rusak, maka diarahkan ke organik. Karena pupuk kompos yang berasal dari kotoran hewan akan sangat mungkin untuk diproduksi oleh kelompok-kelompok tani.” tuturnya.

(odi/dyh)

food.detik

Setelah Bercinta, Sebaiknya Jangan Langsung Makan

Setelah Bercinta, Sebaiknya Jangan Langsung Makan

Jakarta - Kegiatan bercinta sama seperti berolah raga. Karena dapat membakar kalori, berkeringat dan menjadi lelah. Jika sudah begini bisa-bisa perut menjadi lapar. Tak jarang juga salah satu dari pasangan akan segera mencari makanan usai kegiatan bercinta.

Makanan aprodisiak banyak tersedia. Seperti strawberry, alpukat, semangka, asparagus, tomat dan masih banyak lainnya. Umumnya dikonsumsi sebagai perangsang atau peningkat gairah seks sebelum kegiatan bercinta dimulai.

Makan sebelum bercinta memang umum dilakukan, namun tak jarang juga yang makan setelah berhubungan seks. Biasanya mereka akan segera pergi ke dapur untuk mencari makanan karena merasa lapar. Walaupun rasa lapar segera teratasi, namun yang Anda lakukan ini justru bisa membuat pasangan menjadi kecewa.

Seperti yang dilansir TimesofIndia (8/2/2012), pasangan yang pergi ke dapur untuk mencari makanan usai berhubungan seks akan membuat pasangannya menjadi kecewa. Hal ini dikarenakan, pasangan akan menganggap Anda tidak benar-benar menikmati kegiatan seks, dan Anda cenderung memikirkan makanan saat hubungan seks berlangsung.

Karena makan setelah bercintapun menjadi salah satu kegiatan yang paling dibenci pasangan. Andapun perlu menghindari kebiasaan buruk ini. Jika takut akan cepat lapar karena kalori sudah terbakar, sebaiknya kegiatan makan bisa dilakukan sebelum bercinta dimulai.

(odi/flo)

food.detik

Kini Ada Label Pintar Untuk Identifikasi Makanan Kadaluarsa

Kini Ada Label Pintar Untuk Identifikasi Makanan Kadaluarsa

Jakarta - Walaupun sudah bertanggal kadaluarsa, banyak orang masih sulit mengetahui makanan masih aman dikonsumsi atau tidak. Karenanya sebuah perusahaan Inggris meluncurkan label pintar yang akan berubah warna jika makanan sudah tidak aman dikonsumsi.

Label ini diluncurkan oleh Perusahaan Insignia Technologies di Inggris pada hari Jumat (01/03/2013). Setiap makanan yang menggunakan label spesial ini akan dikenai tambahan biayai Rp 29.000,00.

Diharapkan smart label ini bisa mengurangi jumlah makanan terbuang dengan mencegah para konsumen membuang makanan mereka. Umumnya karena mereka salah mengira makanan tersebut sudah kadaluarsa.

Masyarakat Inggris umumnya membuang makanan bernilai Rp10, 3 juta yang masih layak konsumsi selama setahun. Hal ini seringkali disebabkan mereka terlalu takut terhadap makanan kemasan terbuka yang disimpan dalam kulkas.

Pencipta label ini adalah Professor Andrew Mills yang sekaligus Professor b idang Material Chemistry di Queen's University, Belfast, Irlandia Utara. Label ini butuh waktu pengerjaan selama hampir lima tahun.

“Ini adalah perkembangan yang besar untuk konsumen dan industri makanan. Indikator ini berfokus pada berapa lama kemasan telah dibuka. Hal ini penting untuk mencegah makanan yang masih berkualitas baik dibuang sia-sia,” kata Professor Andrew kepada Daily Mail (01/03/2013).

Label ini bekerja pada makan kemasan yang telah dikemas dalam atmosfir modifikasi menggunakan karbon dioksida. Setiap label menunjukkan sebuah lingkaran yang dikeliling tiga bagian warna panah, cokelat untuk 'just opened', oranye 'use soon', dan ungu 'past best'.

Saat kemasan dibuka, pelepasan karbon dioksida memicu pengatur waktu dalam label, jadi semakin lama kemasan dibuka warna akan mulai berubah.

Selanjutnya, para ahli sedang mengerjakan sistem yang sama untuk produk buah dan sayuran. Juga makanan dan minuman dalam kaleng atau botol, bahkan konsmetik seperti mascara atau lensa kontak.

(odi/dyh)

food.detik

Ajak Anak Hidup Sehat Melalui Cara Sederhana Ini

Ajak Anak Hidup Sehat Melalui Cara Sederhana Ini

Jumat, 01/03/2013 18:18 WIB

Rachma Chairrani - detikFood

Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »  
Jakarta - Hidup sehat harus diajarkan sejak dini. Bisa dengan makan teratur dan mengonsumi bahan-bahan makanan sehat. Beragam hal sederhana yang diawali sejak dini akan menjadi kebiasaan baik dan sehat saat dewasa kelak.

Anak yang tumbuh sehat dan maksimal tentunya perlu asupan nutrisi yang sehat pula. Beberapa cara berikut ini bisa mulai Anda praktekkan sejak anak masih kecil.


Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

food.detik

Takut Perut Buncit Jadi Penyebab Turunnya Konsumsi Bir di Jerman

Takut Perut Buncit Jadi Penyebab Turunnya Konsumsi Bir di Jerman

Jakarta - Jerman masih menduduki posisi tiga teratas konsumsi bir. Namun, pemerintah Jerman melaporkan tradisi minum bir semakin memudar. Krisis ekonomi sampai takut perut menjadi buncit menjadi alasan utama terjadinya penurunan ini.

Salah satu bar penjual bir terkenal di Berlin bernama Max dan Moritz merasakan penurunan konsumsi bir ini. Kini kebanyakan pelanggan malah memesan soda pop atau wine saat waktu makan malam.

“Masyarakat mungkin mengonsumsi alkohol lebih sedikit mengingat banyak kalori dalam segelas bir, mereka lebih memikirkan ukuran perut mereka dan bir tidak membantu,” kata Jan Katzmarczyk (41), seorang pengacara Jerman yang melakukan pantang alkohol dalam rangka menyambut Lent.

Walaupun ia masih mengonsumsi minuman beralkohol, ia mengakui saat ini sudah sangat jarang minum bir, hanya dua kali dalam seminggu.

Dalam sebuah agensi statistik Jerman dilaporkan bahwa konsumsi bir tahun lalu di Jerman berjumlah 2 ½ milyar galon. Kini, mereka mengonsumsi lebih sedikit bir dibandingkan sejak tahun 1990.

Andreas Varrelman, seorang bartender di bar Zur Kleinen Markthalle juga mengkonfirmasi saat ini lebih sedikit pengunjung yang memesan bir. “Hal ini disebabkan krisis ekonomi yang melanda Jerman, masyarakat menjadi enggan menghabiskan uang termasuk bir,” kata Andreas kepada NPR (01/03/2013).

Pihak German Brewers Association yang diwakilkan oleh Marc-Oliver Huhnholz, mengatakan pemudaran ketertarikan pada bir lebih karena perubahan dalam lingkungan masyarakat Jerman. “Saat ini lebih sedikit orang muda yang mengonsumsi bir. Masyarakat juga mempunyai mobilitas yang lebih tinggi jadi banyak yang mengendarai mobil, hal ini berarti mengurangi konsumsi alkohol,” tuturnya.

Meskipun terjadi penurunan, Huhnholz menegaskan bahwa Jerman masih menjadi tiga negara teratas konsumsi bir di Eropa. Untuk memancing kembali tradisi minum bir, para pembuat bir dibawa h naungan Huhnholz bereksperimen dengan produk baru. Seperti bir non alkohol, bir rasa buah, dan juga bir dengan campuran unik seperti bir dengan cappuccino.

(odi/dyh)

food.detik
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...