Tuesday, October 30, 2012

Setup Sayuran Yang Cantik

Setup Sayuran Yang Cantik

Selasa, 30/10/2012 16:58 WIB

Setup Sayuran Yang Cantik

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Setup Sayuran Yang Cantik
Foto:goatladycsa.com
Jakarta - Setup sayuran sering jadi pelengkap steak. Bagaimana membuat setup sayuran yang cantik?

Setup sayuran yang renyah dan warnanya cantik bisa menjadi pelengkap steak dan sajian lain yang menarik. Untuk membuatnya, potong sayuran (buncis, wortel dan brokoli) sesuai selera. Didihkan air secukupnya dengan sedikit garam. Masukkan sayuran, rebus sebentar hingga berubah warna. Angkat dan tiriskan segera dan rendam dalam air yang diberi es batu hingga dingin. Tiriskan. Jika ingin lebih enak, sebelum disajikan aduk sebentar dengan mentega leleh yang panas. Selain warnanya cantik, rasanya juga renyah.

(odi/odi)


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik

Yokan, Si Legit Manis Dari Taiwan

Yokan, Si Legit Manis Dari Taiwan

Selasa, 30/10/2012 17:39 WIB

Yokan, Si Legit Manis Dari Taiwan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Yokan, Si Legit Manis Dari Taiwan
Foto: kisskissangelacky.xanga.com
Jakarta - Anda penggemar agar-agar? Warnanya yang menarik membuat penggemarnya ketagihan. Potongan buah atau potongan roti sering dijadikan toppingnya. Tak hanya di Indonesia, ternyata dessert agar-agar ini juga tersaji di Taiwan.

Yokan merupakan dessert tebal yang dibekukan. Biasanya terbuat dari pasta kacang merah, agar-agar dan gula. Rasanya manis dan berketstur kenyal. Warnanya cokelat kemerahan, namun ada juga yang berwarna hijau. Penyajiannya hampir sama dengan agar-agar umumnya, dipotong persegi dan disajikan dingin.

Dessert asal Taiwan ini juga digemari di Jepang. Mulanya yokan terbuat dari gelatin domba. Pertama kali diperkenalkan ke Jepang oleh Buddha Zen di Kamakura. Karena saat itu ada larangan membunuh hewan maka bahan untuk membuat yokan diganti dengan terigu dan kacang azuki.

Tak hanya dibuat dari pasta kacang merah. Ada juga yang menggunakan pas ta kacang kedelai dan ditambahkan susu. Terkadang juga diberikan warnai dengan bubuk teh hijau. Dan teksturnya cenderung jadi lebih ringan. Gula juga bisa diganti dengan madu, gula merah atau molasses. Hidangan penutup ini tidak tampil polos, bagian tengah yokan berisi cincangan chesnut, buah ara dan ubi jalar.

Meskipun disajikan dingin, yokan sering dijadikan teman minum teh saat sore. Tak perlu waktu khawatir jika seloyang yokan tak habis dimakan. Camilan manis ini bisa disimpan dalam waktu lama di suhu ruang atau dalam kulkas.

(dyh/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik

Kini Anda Bisa Pesan Katering Bakerzin dan Ten Ten Sekaligus!

Kini Anda Bisa Pesan Katering Bakerzin dan Ten Ten Sekaligus!

Slurrp, Ini Die Soto Betawi Paling Enak Se-Jakarte! Sedap gurih soto Betawi memang selalu bikin lapar. Potongan daging, usus, babat dan paru berpadu dengan kuah santan yang gurih mulus mengelus lidah. Plus ditambah kucuran jeruk nipis, bawang goreng, emping dan sambal merah yang bikin makin enak. Disuap bersama nasi putih... food.detik

Astaga! Chef Heston Blumenthal Pakai Tampon di Mulut!

Astaga! Chef Heston Blumenthal Pakai Tampon di Mulut!

Selasa, 30/10/2012 14:38 WIB

Astaga! Chef Heston Blumenthal Pakai Tampon di Mulut!

Fitria Rahmadianti - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Astaga! Chef Heston Blumenthal Pakai Tampon di Mulut!
Foto: Reuters
Jakarta - Heston Blumenthal dikenal sebagai chef yang sering berinovasi dengan teknologi tingkat tinggi. Tak heran, apapun yang ia kerjakan akan menjadi sorotan publik. Terutama saat ia menggunakan tampon di mulutnya agar bisa mencicipi citarasa makanan secara lebih intens.

Tampon terbuat dari katun dan berfungsi sebagai alat penyerap cairan dari rongga tubuh. Bentuknya kecil dan panjang, serta memiliki 'ekor' dari benang. Umumnya tampon digunakan untuk menyerap darah menstruasi dengan cara memasukkannya ke lubang vagina. Tampon juga bisa dimasukkan ke hidung ketika mimisan.

Karena tampon identik dengan datang bulan, tak heran banyak yang terkejut ketika Heston menggunakannya saat makan. Di 'Food Diary' situs Guardian (26/10/12), Blumenthal mengakui hal tersebut.

Blumenthal bercerita bahwa ia bersantap siang di lab pada hari Selasa. Ia dan timnya mengetes efek makanan ter tentu. "Tampon mengeringkan ludah di antara suapan, jadi Anda dapat mengidentifikasi bagaimana lidah merasa," tulisnya. Menurutnya, percobaan tersebut berhasil.

'Palate cleanser' adalah makanan atau minuman yang dipakai untuk menetralkan lidah. Jadi, tidak ada lagi rasa yang tertinggal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Indra pengecappun siap untuk mencicipi citarasa asli dari makanan dan minuman berikutnya.

Kali ini, Blumenthal menggunakan tampon sebagai palate cleanser. "Jika Anda mengeringkan cairan di mulut, Anda akan merasakan gurih, creamy, dan manis dengan lebih intens. Tak ada yang lebih menyerap dibanding tampon," ujar Blumenthal.

Blumenthal mengenal penggunaan tampon sebagai palate cleanser di pusat penelitian pangan di Wageningen, Belanda. Ahli fisiologi oral Don Prince berperan dalam hal ini. Blumenthal menyebut bahwa ia dan Prince memiliki kesamaan, yakni brilian dan gila.

Saat itu, ke duanya bermain-main dengan tampon yang berbeda. "Tampon tersebut mengembang dan mengisap cairan, kemudian menjadi basah, menggembung, dan berbulu. Lucu juga mendapati benang-benang kecil keluar dari mulut," tutur Blumenthal kepada Guardian di sebuah wawancara.

Ternyata, efek tampon pada indra pengecap dapat langsung terasa. Blumenthal memberi contoh. Makanlah sesendok es krim, kemudian letakkan tampon di lidah selama beberapa menit. Saat Anda menyantap es krim lagi, rasanya menjadi lebih gurih. "Tentu, saya tidak akan melakukannya untuk tujuan menikmati hidangan. Namun, cara ini menarik untuk mengeksplor indra pengecap di mulut," ujarnya.

Blumenthal memahami tanggapan aneh dari publik tentang penggunaan tampon di mulut. Namun, ia tidak melihat tampon seperti yang dipikirkan orang-orang. "Jika tak dipakai, tampon hanyalah bahan penyerap biasa," komentarnya.

Meski mengakui teknik ini berhasil, Blumenthal tidak berencana menyediakan tampon di keempat restoran dan bar miliknya.

(fit/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik

Monday, October 29, 2012

Joey Chestnut Berhasil Makan 8,8 Kg Poutine Dalam 10 Menit!

Joey Chestnut Berhasil Makan 8,8 Kg Poutine Dalam 10 Menit!

Selasa, 30/10/2012 11:42 WIB

Joey Chestnut Berhasil Makan 8,8 Kg Poutine Dalam 10 Menit!

Flora Febrianindya - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Joey Chestnut Berhasil Makan 8,8 Kg Poutine Dalam 10 Menit!
Foto: www.blogto.com
Jakarta - Poutine jadi salah satu menu khas Kanada yang banyak digemari. Bahkan di negara asalnya, ada kompetisi makan poutine dengan imbalan hadiah fantastis. Di World Poutine Eating Championship, hadiah dengan total Rp. 48 juta akan diberikan bagi yang bisa makan poutine terbanyak dalam waktu 10 menit!

Poutine merupakan kentang goreng yang renyah gurih, disajikan dengan irisan keju dan disiram dengan sais kental yang panas dengan rasa gurih. Selain dilakukan untuk peserta umum, acara yang dibuat oleh Smoke's Poutinerie ini juga dibuat khusus untuk tim mahasiswa.

Seperti dimuat dalam torontosun.com, World Poutine Eating Championship dilakukan pada 13 Oktober lalu di Dundas Square. Biasanya, kompetisi ini diikuti oleh para jagoan makan dari berbagai belahan dunia. Kali ini, pesertanya adalah Meredith dari Barrie, Ontario, Joey Chestnut dari Chicago dan juga juara makan poutine tahun lalu, Pat Bertoletti dan juga Ben Do.

Kompetisi tahun inipun dimenangkan oleh Joey Chestnut, yang berhasil makan poutine sebanyak 8,8 kilogram dalam waktu 10 menit! Karena kemampuannya, iapun berhak membawa pulang hadiah uang sebesar Rp. 19,2 juta, seperti dilansir dari huffingtonpost.ca.

Chestnut memang dikenal senang mengikuti kontes makan serupa. Sebelumnya ia juga beberapa kali menjuarai lomba makan hot dog di New York City, dalam rangka ulang tahun Amerika Serikat.

(dyh/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik

Nostalgia Nyate Kambing 'Amigos'

Nostalgia Nyate Kambing 'Amigos'

Selasa, 30/10/2012 10:23 WIB

Nostalgia Nyate Kambing 'Amigos'

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Nostalgia Nyate Kambing 'Amigos'
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Makan sate kambing dan gule di tempat ini memang penuh nostalgia. Tempatnya jauh dari nyaman, bahkan harus siap kesenggol dan disenggol. Tapi empuknya daging kambing dan aroma wangi sate dibakar menjadi sensasi yang luar biasa. Nyam.. nyam.. uenak tenan!

Buat penghuni lama Jakarta atau penduduk asli yang lahir dan besar di kawasan Menteng, sate kambing Jaya Agung yang dikenal dengan sebutan 'perempatan Sabang' ini sudah tak asing lagi. Konon sate ini sudah ada sejak tahun 70-an. Lokasinya memang di pingiran alias 'amigos' (agak minggir got sedikit). Padahal memang dulu di dekatnya ada resto Amigos.

Yang jelas di masa 80-an setiap jalan-jalan ke Sarinah Department Store yang ada di seberang warung ini, selalu saya mampir ke tempat ini. Ciri khas yang sampai kini tak hilang adalah kepulan asap sate kambing yang dibakar menguar bebas di udara. Tentu saja siapapun yang l ewat pasti tergoda harum wangi bau sate kambing.

Maklum saja bakaran sate warung yang menempel di pojokan tembok tak jauh dari Djakarta Theatre ini terletak di luar warung. Itulah gaya Haji Jali Saputro pemilik warung ini. Kalau dulu hanya sebatas tembok saja, kini tempelan tenda memanjang membuat warung ini jadi tampak lebar.

Persisnya emperan warung ada di atas trotoar yang tak seberapa lebar. Jadi, jika kebetulan dapat tempat di emperan ini maka bersiaplah tersenggol pejalan kaki. Sementara itu suara bajaj dan asap knalpot kendaraan bakal ikut mencampuri aroma sate kambing yang dipesan.

Selain itu grup pengamen bakal menjadi 'live music' pengiring Anda menyantap sate kambing. Malam itu setelah sekian tahun absen mampir ke warung ini, saya kembali menguji rasa sate kambing pak Jali ini. Di meja bagian dalam yang tak berapa luas seluruh bagian pinggirnya ditumpuk kerupuk udang dan emping goreng dalam plastik.

Agaknya konsep pak Jali tak mau membiarka n pengunjung menunggu lama masih dipegang teguh. Pesanan seporsi sate kambing dan gule kambingpun dalam hitungan beberapa menit langsung siap tersaji. Para pelayan pun gesit melayani tamu. Di bagian belakang pesanan soto dan gule pun diracik dengan sigap.

Kuah gule kambingnya kecokelatan bening tanpa santan. Khas gule Jawa alias Solo. Aroma wangi bumbu gule menusuk hidung dan tebaran bawang merah gorengpun membuat gule ini makin menggiurkan. Isinya potongan tulang iga dengan sedikit daging dan bagian tulang lainnya.

Slruupp... sekali hirup terasa hangat gurih dan wangi menyatu di tenggorokan. Sayang sekali tidak semua potongan daging yang menempel di tulang rasanya empuk alias gampang dikunyah. Ada yang empuk dan ada yang liat. Ini mungkin karena proses memasak yang kurang cukup. Hmm... sayang sekali, padahal kuahnya enak!

Sate kambing disajikan dalam lumuran sambal kacang yang digerus halus dan kucuran kecap manis, irisan cabai rawit dan tomat. Dagingnya c ukup empuk dengan semburat aroma bawang dan ketumbar yang wangi. Meskipun tak terlalu tajam tetapi bumbunya cukup pas.

Harga sate kambing pak Jali ternyata menyesuaikan dengan lokasi, per porsi Rp. 30.000,00 dan gule kambing Rp. 14.000,00. Sekali sekali jika ingin bernostalgia, boleh juga mampir ke warung sate ini. Yang jelas tidak bisa duduk berlama-lama di warung ini. Kepulan asap sate yang lumayan lekat bakal bertiup terus dan pengunjung yang kadang berdesakan menanti meja kosong pasti membuat Anda tak nyaman!

Sate Kambing Jaya Agung H. Jali Saputro
Jln. Wahid Hasyim No 56 C Jakarta Pusat
Telepon: 021-3918852

(odi/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik

Dibanding Vodka, Red Wine Lebih Baik untuk Jantung

Dibanding Vodka, Red Wine Lebih Baik untuk Jantung

Senin, 29/10/2012 19:35 WIB

Dibanding Vodka, Red Wine Lebih Baik untuk Jantung

Fitria Rahmadianti - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Dibanding Vodka, Red Wine Lebih Baik untuk Jantung
Foto: Thinkstock
Jakarta - Minuman beralkohol ada banyak jenisnya. Perbedaan ini tergantung dari bahan dan proses pembuatannya. Ternyata, khasiatnya juga berbeda. Menurut tim peneliti dari Rhode Island Hospital, wine lebih bermanfaat untuk jantung dibanding vodka.

Frank Sellke, MD, kepala bedah kardiotoraks di rumah sakit tersebut, meneliti efek red wine dan vodka pada babi yang memiliki kolesterol tinggi. Ia dan timnya melibatkan tiga kelompok babi yang diberi makanan tinggi lemak.

Grup pertama hanya menyantap makanan tinggi lemak. Sementara itu, makanan grup kedua dicampur dengan red wine. Di kelompok terakhir, makanannya diberi vodka. Dosisnya disesuaikan agar kadar alkohol yang dikonsumsi kedua kelompok babi setara.

Setelah tujuh minggu, terlihat bahwa babi yang diberi minuman beralkohol aliran darahnya ke jantung meningkat signifikan. Namun, red winelah yang berefek lebih hebat.

"Kon sumsi wine dan vodka dalam taraf sedang dapat mengurangi risiko kardiovaskular. Namun, red wine dapat memberikan perlindungan lebih karena mengandung antioksidan," ujar Sellke, seperti dilansir situs Rhode Island Hospital (10/09/12).

Kadar HDL atau kolesterol baik pada dua kelompok babi ini juga naik. Sementara itu, kadar kolesterol total mereka tidak berubah. HDL mengangkut LDL (kolesterol jahat) ke hati untuk menjalani proses metabolisme. Hal ini dapat membantu mencegah pengerasan arteri (aterosklerosis) dan gangguan jantung lainnya.

Dari studi ini terlihat bahwa red wine dan vodka memiliki manfaat berbeda bagi jantung. Red wine memperlebar pembuluh darah, sementara vodka menyebabkan pembuluh kolateral lebih banyak berkembang. Namun, efeknya terhadap manusia perlu dikaji lagi.

Studi ini dimuat di jurnal Circulation edisi September 2012.

(fit/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

food.detik
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...