Saturday, January 12, 2013

Penangkapan Berlebihan, Populasi Bluefin Tuna Turun 96 persen

Penangkapan Berlebihan, Populasi Bluefin Tuna Turun 96 persen

Jakarta - Baru seminggu yang lalu seekor bluefin tuna dilelang di Tsukiji Fish Market Jepang sampai harga 1,76 juta dolar atau sekitar Rp 15,5 milyar. Namun kini justru telah terjadi penurunan tajam spesies ikan langka di samudra Pasifik ini mencapai 96 persen.

Penaksiran jumlah terakhir bluefin tuna di Samudra Pasifik dirilis pada hari Rabu (09/01/2013). Diketahui bahwa penangkapan berlebihan spesies ikan raksasa tersebut mencapai 96 persen dibandingkan dengan jumlah bluefin yang tidak ditangkap.

Hal ini bertolakbelakang dengan anggapan bahwa bluefin tuna Pasifik lebih sehat daripada populasi bluefin di Samudra Atlantik.

“Data terbaru ini menunjukkan bahwa populasi bluefin di samudra Pasifik sangat berbeda. Dibandingkan kondisi dulu, saat ini spesies bluefin ada dalam ambang bahaya tetapi tidak terlihat”, kata Amanda Nickson, pimpinan konservasi tuna di Pew Environment Group lewat website resmi Pew Environment (11/01/2013).

Penaksiran jumlah ini dikeluarkan oleh International Scientific Committee for Tuna and Tuna-Like Species in the North Pacific Ocean (ISC). Dalam laporan ini dijelaskan kecenderungan para nelayan untuk mengambil bluefin tuna berusia remaja sebelum mereka sempat bereproduksi menjadi penyebabnya. Disebutkan 90 persen bluefin tuna yang ditangkap di samudra Pasifik masih berusia remaja.

Pacific bluefin sebenarnya adalah spesies berbeda dari tuna yang ada di samudra Atlantik. Pacific bluefin tuna mempunyai warna perak kebiruan yang terang sedangkan bluefin tuna Atlantik mempunyai warna biru yang sedikit gelap.

Ikan ini kebanyakan ditangkap untuk bahan sushi di Jepang dan restoran sushi lainnya di berbagai belahan dunia. Mengingat spesiesnya yang sangat jarang dan banyak aturan untuk melindungi ikan ini, karenanya harganya mahal. Hal ini yang membuat para nelayan t ertarik untuk menangkapnya.

Permasalahan penangkapan berlebihan Pacific bluefin memang sudah lama dihadapi, tapi sampai saat ini spesies ini tidak pernah masuk kedalam daftar spesies hampir punah IUCN. Alasannya karena pejabat yang memimpin konservasi bluefin tuna di samudra Pasifik tidak bisa langsung menyetujui satu penaksiran jumlah spesies saja.

(odi/fit)

food.detik

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...